Sumber foto: https://images.pexels.com/photos/8523157/pexels-photo-8523157.jpeg


Menggelar acara BBQ bersama orang terdekat memang seru. Namun, akan terasa kurang asyik kalau daging BBQ justru terasa alot dan keras saat dikunyah. Jika Anda pernah mengalaminya, jangan terburu-buru menyalahkan besarnya api atau arang yang digunakan. Hal itu sangat mungkin disebabkan karena salah memilih jenis daging untuk grill.

Memahami jenis daging yang bisa dipakai untuk grill memang sangat krusial, karena setiap potongan otot sapi memiliki perbedaan karakteristik serat, kadar lemak, dan ketahanan terhadap panas. Memilih potongan yang salah pada teknik pemanggangan dengan suhu tinggi hanya akan menyebabkan penguapan kelembapan daging dan memicu pengerutan serat secara drastis.

Daging yang Paling Cocok untuk Grill

Masih banyak orang yang belum paham bahwa tidak semua bagian daging sapi cocok untuk metode panggangan langsung. Pemanggangan di atas panggangan (grill) membutuhkan potongan daging yang secara alami lembut dan memiliki distribusi lemak yang memadai untuk menahan panas tinggi tanpa menjadi kering.


Ada beberapa beberapa jenis daging yang cocok untuk grill karena mampu menahan panas tinggi tanpa kehilangan kelembutannya. Berikut ini adalah beberapa potongan favorit para pecinta steak dan BBQ:


1. Rib Eye

Rib eye adalah pilihan paling favorit untuk metode memanggang. Potongan ini diambil dari bagian sekitar tulang iga sapi. Keunggulan utama dari rib eye terletak pada marbling, yaitu lapisan lemak putih halus yang tersebar di antara serat daging. Saat terpapar suhu tinggi alat pemanggang, lemak ini akan meleleh, melumasi serat daging dari dalam, dan menciptakan rasa gurih yang nikmat.


2. Sirloin

Sirloin menawarkan keseimbangan antara tekstur daging yang padat dengan rasa gurih yang khas dari lemak di bagian pinggirnya. Meskipun kandungan lemaknya tidak sebanyak rib eye, sirloin tetap menjadi jenis daging untuk grill yang sangat populer karena teksturnya yang mantap dan aroma yang menggugah selera saat dipanggang.


3. New York Strip

Diambil dari bagian pinggang pendek (short loin), potongan ini memiliki serat daging yang cukup halus dengan lapisan lemak tebal di salah satu sisinya. Karakter ini membuat New York Strip menjadi ideal untuk teknik memasak cepat pada suhu tinggi. Rasa bawaannya sudah gurih, sehingga hanya perlu taburan garam dan lada hitam saat dipanggang.


4. Porterhouse

Porterhouse adalah potongan short loin yang diambil dari ujung pantat. Jenis potongan daging ini lumayan empuk untuk dipanggang. Kandungan lemaknya yang cukup banyak membuatnya terasa juicy. Menariknya, di dalam porterhouse terdapat sedikit bagian otot tenderloin dan rib eye pada sisi-sisinya.


5. T-Bone

T-bone agak mirip dengan porterhouse karena mengandung campuran bagian rib eye. Dengan kandungan lemak yang lebih rendah dibanding rib eye, jenis daging untuk grill ini cocok untuk yang sedang menghindari lemak. Serat dagingnya yang lembut dan juicy menjadikan T-bone masuk dalam jajaran potongan premium.


Keempukan adalah Penentu Utama

Prinsip dasar dalam seni memasak daging sapi sebenarnya sangat sederhana: semakin sering otot tersebut digunakan oleh sapi semasa hidupnya, semakin keras serat dagingnya. Sebaliknya, otot-otot yang jarang bekerja (seperti bagian punggung) akan menghasilkan tekstur daging yang jauh lebih empuk.


Memilih bagian daging sapi yang empuk sejak awal akan menyelamatkan sesi BBQ dari drama daging alot, apalagi jika waktu memasak terbatas. Pemilihan potongan daging ini secara langsung menentukan metode memasak yang harus Anda gunakan:


Potongan empuk (primal cut) seperti tenderloin, sirloin, dan rib eye lebih cocok untuk metode fast & hot grilling. Anda hanya membutuhkan bumbu sederhana seperti garam dan lada dan waktu pemanggangan singkat untuk mendapatkan tekstur yang juicy.


Potongan keras (tough cut) seperti brisket (sandung lamur), shank (sengkel), atau chuck (paha depan) merupakan jenis daging untuk grill yang membutuhkan marinasi dalam waktu yang lama dan metode memasak pelan bersuhu rendah. Memanggang jenis potongan ini tanpa persiapan khusus adalah kesalahan besar.


Menyesuaikan Ketebalan dan Kematangan


Selain menentukan jenis daging untuk grill, faktor teknis seperti ketebalan potongan dan waktu istirahat (resting) memegang peranan vital dalam hasil akhir hidangan BBQ. Inilah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:


1. Ketebalan Ideal

Hindari memotong daging terlalu tipis. Ketebalan ideal untuk daging grill adalah 2,5 cm hingga 4 cm (1 hingga 1,5 inci). Potongan yang cukup tebal memungkinkan Anda menciptakan karamelisasi yang lezat di bagian luar tanpa membuat bagian dalamnya terlalu matang.

2. Target Tingkat Kematangan

Setiap tingkat kematangan daging sebenarnya bisa dikenali dari tampilan visualnya. Namun jika ingin mendapatkan akurasi terbaik, sebaiknya gunakan termometer daging. Setiap jenis potongan daging juga membutuhkan tingkat kematangan tertentu agar rasanya lezat maksimal. Misalnya, tenderloin sebaiknya dipanggang rare dan rib eye sebaiknya dipanggang medium.

3. Proses Resting

Setelah daging diangkat dari panggangan, jangan terburu-buru memotongnya. Istirahatkan dahulu daging (resting) di atas talenan selama 5 hingga 10 menit. Proses ini memberi waktu bagi cairan daging (juices) yang terdorong ke tengah akibat panas untuk meresap kembali ke serat. Hasilnya, setiap gigitan akan terasa jauh lebih lembut dan basah.


Checklist Belanja Daging Grill


Membeli jenis daging untuk grill tidak bisa sembarangan. Saat datang ke toko daging atau ketika Anda berdiri di depan etalase daging di swalayan, pastikan Anda memeriksa poin-poin berikut ini agar tidak salah membeli:


  • Warna daging: Pilih daging berwarna merah segar cerah, bukan merah gelap keunguan atau kecokelatan.


  • Lihat marbling-nya: Cari bercak-bercak lemak putih halus yang terdistribusi merata di dalam serat daging, bukan hanya lapisan lemak tebal di pinggirnya.


  • Kelembapan: Daging harus terasa lembap tetapi tidak becek atau tergenang air berlebihan di dalam kemasannya.


  • Ketebalan konsisten: Pastikan potongan daging memiliki ketebalan yang konsisten dari ujung ke ujung agar tingkat kematangannya bisa seragam saat dipanggang.


  • Perhatikan sertifikasi & grade: Apabila memungkinkan, perhatikan informasi tentang tingkat (grade) daging seperti USDA Prime/Choice, Australian Prime Beef, atau Wagyu MB3+ sebagai jaminan kualitas.


Ini Cara Praktis Menikmati Daging Sapi yang Pasti Enak


Memahami kriteria dan ketepatan dalam memilih jenis daging untuk grill adalah langkah terpenting untuk memastikan setiap acara memanggang berjalan sukses. Dengan memilih bagian daging sapi yang empuk dengan ketebalan yang pas serta memanggangnya dengan durasi dan resting yang tepat, Anda sudah bisa menyajikan menu steak lezat untuk keluarga di rumah.


Namun, mengolah dan mengeksekusi panggangan daging dengan sempurna memang butuh latihan dan ketelitian. Jika Anda sedang tidak ingin repot bereksperimen di dapur, membersihkan alat panggangan, atau takut gagal mengolah daging, menikmati potongan daging panggang yang sudah ditangani secara profesional di restoran steak bisa menjadi pembanding rasa yang sempurna.


Steak Hotel by Holycow adalah pilihannya. Sebagai pelopor restoran steak enak dan murah, Holycow yang asli ini menawarkan beragam pilihan menu yang terbuat dari daging berkualitas dan dimasak oleh chef profesional dan berpengalaman. Dengan perpaduan berbagai bahan premium, Anda akan mendapatkan sajian yang memanjakan lidah.


Founder Steak Hotel by Holycow yaitu Wynda Mardio telah berkomitmen untuk menghadirkan sajian steak yang berkelas, namun bisa dinikmati oleh siapa saja. Dengan kata lain, harga menu steak di restoran ini dijamin tidak akan menguras kantong. Jadi, jangan tunda lagi untuk datang ke Steak Hotel by Holycow bersama orang-orang tercinta!

Post a Comment